24/07/11

munggah mewarnai hidup

Di kereta di sore hari di niat ini
mencari menggali mewarnai hidup
warna hidup yang masih terlihat kelam
hingga menelusuri ladang yang naik turun
apakah dan bagaimanakah warna sejati
dengarkan pepatah kolot membuka lebar telinga hati
satu demi satu, q mengerti ... namun belumlah kefahaman
jadikan dirimu seperti kayu jati nak ...
warnai hidupmu dengan sebuah warna yang harus kau cari 
sesungguhnya hidup itu tak main - main
dan janganlah kau coba untuk bermain - main 
tancapkan tongkat tauhidmu sedalam - dalamnya di lahan ini 
demi tersambungnya sejarah lalu sejarah dalam lakonan hidup
dan sesungguhnya banyak hal yang di luar logikamu 
carilah warna hidupmu di munggah ini.

17/07/11

Pagi yang Religi

Tadi malam ...
aura sa'at lalu kunjung tak terkira pada detikkan ashry di ruang gelap.
memaksa lepaskan ikatan jangga yg penuh duri menari.
tegak lelah, ku bersimpuh karna rapuh.
panjatkan harap sebelum lelapQu bermimpi.
niatkan cita dalam cipta tuk menabur benih kembali di pematang hati.
biarlah dayinta ku lelapkan sa'at ini.
demi masa yg tak mau diramal oleh penyihir.
lebih indah bila mukjijat atau karomah,
atau hidayah serta maunah.
hingga ...
getaran syair dalam ayatMu,
musnahkan musuh dalam diri.
diPagi yg religi ...
nikmat dari mu, ku pelajari tuk bersyukur atasnya.
tak ada daya dan upaya, melainkan atas kuasaMu ya Ilahi.

29/06/11

Dengan Nama Tuhan yg berKuasa

Ketika mulutmu bersumbar akan suatu hal tentang masa lalu,
tegaskanlah masa itu tak kau lihat lagi.
bahkan tolong masukan ke dalam peti yang terkunci rapat, rapat sekali ...
lalu simpan di ruangan yang gelap, bahkan buanglah ke dalam jurang kelupaan.

di suatu saat ternyata kau dihantui oleh apa yang kau buang.
mengapa itu terjadi ?
karna kau tak menguncinya dengan rapat, serapat - rapatnya ...
kuncilah peti itu dengan nama Tuhan yang berkuasa.

di sini tetap menghisap sebatang rokok ...
meresapi aroma alam yang semakin menua ini.
ditemani bayang raut wajah lucumu.
yang semangati hari - hariku ...

ku diledeki seekor bebek bunting di belakang rumah,
ku tertawa terbahak - bahak ...
bahkan sampai - sampainya aku pipis di celana ...
hihi ... aku mayu ... ^_^ ....

tapi mengapa dengan candamu ...
tak selama angin terhempas setiap hari .
kau sedih dan menangis.
menangisi apa yang kau buang di masa lalu.
kau ikat perasaanmu sendiri dengan tali di tanganmu.
apakah kau tak menyadari semua itu ?
bahwa seorang kesatria yang pecundang sedang menjagamu
aku disini menjagamu 
aku disanapun menjagamu 
aku disini dan merpati disana
aku dan merpati menjadi satu dalam cinta 
dan kaulah cintanya
dengan Nama Tuhan yang berKuasa !
aku menjagamu sayank ...

23/06/11

Percik Pembunuh Jiwa

Di sudut kota pengeluh cerita
tampak hidup seolah pembenteng raga
menyentuh jiwa yang benar renta
siapakah dirimu hitam ? ...
mengapa segerombolan semut selalu menamu,
berduyun menuju kemanisan
dayinta manis merasa bangga
karna pahit tak kuasai dirinya ...
mengiris manah sepercik ucap
namun pengaruhi cangkang yang semakin membuyar
jadinya relung hitamkan cahaya
itu wajar karna mereka tak bodoh ...
di sudut lain penghuni gubuk dunia
tampak sosok bayangan merah
dimana ia dapat membunuh
dimana ia dapat membohong
dimana ia dapat mengeluh
semua sama seperti dedaunan disorot surya
namun mengapa berbeda ? ...
apakah harus kembali menjadi kesatria
gertaki jiwa yang dikuasai para iblis
namun aku tak suka membunuh
aku lebih suka dibunuh ...

15/05/11

Pengeluh Cerita

Ketika busuran panah penancap sang merpati,
ku tak bisa menahan laju angin tuk mencengkramnya.
ketika si kancil sedang diburu para buaya,
ku tak bisa membangkang keserammannya.
ketika segerombolan semut di injak - injaki para atasan,
ku hanya terdiam berkeluh kesah sambil menatapnya.

Aku memang pecundang yang lama
semua tak bisa ku jaga dan terselsaikan
dulu aku seperti angin yang selalu memberi pengaruh
namun dia tak mempunyai arah dan tujuan yang pasti
biar saja dia merasuk ditubuhku ...
ku bungkam semuanya karna takut
semua kabut yang menghalangi ketika melangkah
tersembunyi didalam goa sanubariku
ku terdiam dan hanya terdiam ...
entah terjangan apa yang mampu membuatku bangkit kembali
bila harus ku sudahi hidup ini ...
mungkin saja gelarku pecundang mati
yang tinggalkan bumi dengan hina ...

Bila harus menerus cengkraman ini membunuhku 
bila harus menerus terjangan ini butai mataku
bila harus tepian tombak merobek jantungku 
dan bila harus kematian datang ketika gemetar
Aku sang pengeluh sejati ...
bertekad tuk berperang dimedan jiwa ini 
ku hunuskan pedang untuk diriku sendiri 
ku robek - robek jantungku sendiri 
ku genggam otak yang berlumuran darah segar
ketika itu ku bunuh diri 
membunuh pengeluh sejati.

14/05/11

Pelukis masa lalu

Ada seuntai kalimat yang sering terdengar dari telingaku
" yang lalu biarlah berlalu"
itu lalu, biarlah kini ku rangkai masa depan di lembaran baru.
aku terlajar dalam sosok mahasiswa dari Minang sana.
yang menabur inspirasi tuk semua para perangkai.
disiniku terundang dalam hatinya tuk menebak semua isi dalam kata
lagi2 dan lagi sosok dayinta di negeri sana yang menarik hati,
menggugah semangat para senopati dalam kerajaan jiwaku.
membangun tahta dalam kata berkarya cipta.
menstrategikan rancangan dalam misi dan visi cinta.
melatih para prajurit nadi dalam tubuh ini agar bergiroh sejati.
dan selalu menggoreskan pena berwarna kedalam selembaran tak terlihat,
karna hidup yang semakin maju dalam menua jejak.

Terbangunku dalam dekapan malam yang tak menentu.
saluran dalam tabuh mengalir darah yang tertuju pada satu titik.
selubung otak berkata mesra pada titik itu ...
" apakabar cintaku disana" ?
berontaklah raga tuk menggenggam sebuah media jaman kini,
ku dengar nadamu sungguh lelah dan terkesan mesra.
dalam penantian malam ketika mimpi sedang merindunya.
harapan kasih dalam merintis perlahan cerita cinta.
namun sang merpati sudah terlelap dikala menunggu putri kecilnya.
ia lelap dalam gelapan malam yang tak sadarkan dirinya.
mimpikan indah namun tak teringat dalam benaknya.
bersukur saja didalam hidupnya terdapat sosok putri kecil.
ia rindukan malam karna rindukan putri,
ia nantikan cerita karna jalani bersama - sama,
bersama putri manis dalam imajinasinya.
ia coba tuk menjadi nyata karna kasih sayang dari putrinya,
ia ucapkan terimakasih karna terucap pula penyambut dalam cipta hatinya.
semua ini terlihat lengkap. namun ada satu saja yang menguranginya ...

yaitu Pertemuan Cinta ...

Dalam rintisan ceritanya, mereka saling mengisi lubang kecil yang kelami hidup.
masa lalu memang sebuah warna dalam hidup,
seuntai kata lagi - lagi ku dengar ...
masa lalu memang warna, namun apabila gelap apakah itu warna dalam hidup ?
Kini ku jawab dengan santai ...
masa lalu memang sebuah warna dalam hidup,
dan masa lalu yang gelap-pun termasuk warna didalamnya,
ku tambahkan warna pada asumsi kalian ...
masa lalu juga seperti cermin tuk kita pandang,
juga menjadi patokan tuk kita jaga,
ketika kita mengungkapkan warna pada hidup ini ...
maka jadikanlah semua masa seperti lukisan warna,
yang kau lukis untuk masa depan,
lalu lukislah pada lembaranmu saat ini.
karna hidup benar - benar berubah. bahkan dalam hitungan detik.
inspirasimu membuatku terundang dalam karya,
hanyaku titipkan satu kata hati untukmu sang putri ...

" jagalah hatimu dengan baik dan jagalah kesehatanmu"
karena ketika kau terlihat terpuruk lelah,
ku merasa bahwa sebagian dari organ tubuhku ikut merasakannya.
karena kau padaku, dan ku padamu.
kau sungguh bagian dari hidupku saat ini dan semoga selamanya.
ku terima cinta ini disepanjang masa ketika merintis cerita.
cerita cinta kita berdua.
untuk kita berdua.
selamanya  ... !!
















Perindu Malam


Benar ... 
aku bukan burung hantu yang sering melamun 
Benar ...
aku bukan kelelawar sipenghisap darah
Juga benar ...
aku bukan pelacur dari tetesan hina yang mencoba sukses
namun ... 
akulah perindu malam ... 
yang dapat memburu nafsu ketika bertingkah 
yang dapat menjadi pena di kertas malam - malammu
yang dapat menjadi selimut ketika kau terlelap
yang dapat hangatkan tubuhmu ketika rembulan redup
yang dapat berkilau ketika bintang sembunyi
dan selalu mampu menjadi warna dinafasmu 
juga mampu menjadi warni diragamu
aku tercipta sebagai manusia biasa 
bukan seperti raja yang ingin menjadi malaikat 
mungkin benar seperti kucing yang mencari makan dimalam hari 
ketika ayam berkokok di sekitar rumahku 
maka segeralah ku keluar dari peristirahatan
ku tahan laju mentari yang mulai menerbit
lalu ku hisap aroma pagi agar tak datang
hingga ...  ku terjatuh mati.


tunggulah saat auman srigala mulai berteriak lagi
itulah Aku yang rindukan malam.



11/05/11

Putri Kecil

Sosok dayinta berlari kecil di imajinasiQu
mengelilingi di kawasan denyut nadi ini 
senyuman manisnya membuatQu mabuk
terhipnotis oleh sayap sihirnya
mungkin dia putri dari syurga sana
ataupun dia teman hatiQu yang di utus Tuhan
siapapun dia dan apapun dia juga dari manapun dia
tetaplah hiasi hari - hari kelamQu 
ingin sekali merangkulnya dalam raga ini
ibarat memunguti berlian di bawah tempat tidurQu
ku jaga dengan baik di kantung mungil ini
ku ikat agar kau tak dicuri oleh segerombolan semut yang cinta dunia
ku masukkan kedalam lemari papanQu
dan titiplah kata - kata hati ini 
jagalah dirimu baik - baik ...
tidurlah dengan nyaman ...
jangan sekali - kali kau mencoba tuk melarikan diri ...
aku tetap menjagamu dalam hidup ini 
dan ketika ajal menjemputQu,
tolonglah kau menjadi malaikatQu ...
agarQu selamanya bersamamu ...
lalu ku buka kantung mungilnya ...
terpancarlah cahaya cinta darimu ...
terbanglah kau sesuka hati ...
terbang melayang - layang di imajinasiQu ...



10/05/11

Satukan Cinta

Dua sejoli yang merangkai cerita
semasing sosoknya memendam kasih 
wujud rasa memang tak terlihat oleh mata 
namun setidaknya terasa
terasa di dalam rasa yang satu 
yaitu cinta ...
dimanakah wahai sang kasih
ku cari ragamu disetiap hari - hari yang indah
ternyata kau tetap takQu temukan 
dimanakah cinta ...
aku disini terdiam dan menunggu kau tersenyum
tersandar ditembok tua tempatQu bermimpi
ku selalu bermimpi
mimpikan cinta ...
wahai bayangan kasih 
hadirlah kau didekapan malamQu
rangkullah merpatiQu 
demi cinta ... 
namun tetap dia tak hadir menemuiQu 
tuk satukan cinta ...
terdengarlah suara dari langit yang menyambar ketelinga hatiQu ...
"wahai kasih ... tanpa kau tunggu hadirQu, tanpa kau harap pelukQu, dan tanpa kau mimpi kasihQu,
aku selalu hadir di Hatimu. diselah kamar sanubarimu. akulah cintamu" ... 
pria itu tercengang ketika mendengar ada suara gadis di dalam hatinya.

09/05/11

Tentang Merpati


      Berawal dari indahnya rangkaian kata dan suara...
      yg tersurat dalam hati
      bahkan slalu tergiang ditelingaqu..
      tentang pesona sosok yg indah dipandang
      oleh manusia....
      sesosok merpati yg tak pernah hilang dari ingatanqu
      walaupun sesaat...
      sosok itu begitu nyata & peka....
      slalu hadir temani sanubari
      yg kadang slalu sepi....
      selimuti malam2 yg indah..
      dengan kehangatan sayap2mu yg indah....
      yg slalu temani tidurqu...
      merpati...
      qu tau hadirmu
      sangat begitu cepat....
      namun membuatqu berarti
      membuatku mempunyai banyak
      makna cinta yg harus dimaknai....
      hadirmu begitu indah tuk dilupakan....
      merpati....
      kau slalu temani malam indahku...
      tanpa kenal lelah...
      kau jaga aqu...
      kau buat qu berarti.....
      kau slalu hadir disanubariqu
      walau raga tak menyatu......
      tapi hadirmu begitu kuat dihatiqu....
      semua memang suratan takdir....
      tapi ku slalu berdoa
      ku slalu berharap...
      berharap....merpati begitu nyata untukku....
      temani hidupqu....
      slamanya....
      dan merpatiqu
      memiliki arah & tujuan yg indah....




      from:yang mencintaimu
      to:merpatiqu tersayang...






















                                                                                                          Riantika Sheren

24/04/11

menyelah belantara cinta

Dimulai dari senyuman simentari yang membias malu
sosok pria yang terduduk santai didepan para pelayar
sambil menikmati hangatnya dalam gelas yang diwarisi kakek dahulu
kecupan dari bentik samudra membuat asap dimulut ini tetap terhembus
sehingga merasuklah bayangan merpati di benak yang bernada
nada yang mengisyaratkan arti dalam cerita 
sipengantar surat sa'at sang putri ingin menulis untuk arjunanya
lalu berpijaklah di belantara yang membentang luas
kutengok harimau sedang terbaring dengan anak - anaknya
begitupun para kelinci yang sedang mencari mangsa
disini merpati terlihat sedang bingung 
mencari arah pulang menuju arjunanya
padahal arjuna masih terlihat tersenyum karna menantian cinta yang ditaruhkan
ternyata dikau hadir menghampiri burung putih itu 
tuk menarik surat yang telah ia tulis
aku telah sadar bahwa cinta bukanlah tulisan
tapi cinta adalah siratan
siratan kisah yang telah ditulis pula dari sang cipta malam 
putri berlari menuju gubuk arjunanya yang mulai roboh
ia hampiri raganya telah terlelap
terlelap dalam mimpi disa'at menyelah belantara cinta.

Sederhana

Semakin hari semakin taulah arti kesederhana'an
dan semakin mencari puncak kesederhana'an
hingga merasa kaya dalam kesederhana'an
kaya'kanlah dirimu yang merasa kaya
lalu kau biaskan kekaya'anmu dengan hidup sederhana
dalam kesederhana'an yang maha kaya atas dirimu
agar kau tau siapa yang sederhana dan siapa yang kaya 
kaya hanyalah milik yang maha kaya 
yang sederhana hanyalah milik yang merasa
maka rasakanlah kesederhana'an itu 
agar kau kaya di dalam kesederhana'an 
juga sederhana di dalam kekaya'an 
hidup itu seperti menulis di atas kertas yang polos
alangkah indahnya kau tulis dengan pena bertinta hitam 
agar kau lebih mengetahui apa itu sederhana
jangan coba mencoba membeli tinta merah 
karena kau bukan sang pemarah 
kesederhana'an itu lebih banyak diam 
diam di dalam kekaya'an yang luar biasa 
bukan diam karna banyak harta yang kau miliki 
hingga enggan untuk selalu mencarinya
bukan hanya mencari yang kau cari wahai siapapun itu 
tengoklah di selah dirimu 
ternyata terdapat kesederhana'an di dalam kekaya'an 
tetap sederhana walaupun kaya
ingin kaya manusia ataupun kaya binatang jalang 
terserah anda yang sederhana.

20/04/11

Merpati yang Terluka

Siratan pena sosok putri dari negeri sebrang sana
menjalin sebuah film kehidupan dengan seorang raja berwajah sangar
dua tahun lamanya mereka saling mengenal apa itu kasih sayang
semua telah mereka dapati logatan pertinta tentang cinta
ternyata cinta hanya sekedar adakah kabar atau hilangkah wujud salah satu insan
semuanya hanya sekedar berita tentang pasangannya
kabarilah kehadiranmu ataupun dimanakah kau berada pada jiwa yang kesepian ini
di sini mendiam terlamun di luar dekapanmu wahai siapapun itu 
kiranya siputri manis jelita sedang kesepian menanti sekedar posisi
sisangar bersosok kiasan raja itu tetap asik dengan kehidupan abstraknya
hingga tak pernah kunjung suara hatinya tuk membelai halus telinga sang putri
ternyata pula sang putri tetap membiaskan kekecewaannya karna hidup dalam ketergantungan cinta.
lalu datanglah seekor merpati putih yang seperti ingin hinggap di alas jendela kecilnya
sang putri terbangun dalam lelapnya tepat saat senyuman mentari terpancar di kamarnya
ia hampiri merpati itu dan mencoba tuk merangkul lembut di bawah dadanya
ternyata diselah sayapnya terdapat gulungan kertas berupa surat cinta untuknya logati
lalu ia buka perlahan gulungan itu dengan rasa pengharapan dari sang raja
ia mulai membaca semua syair dalam surat itu dan ternyata dari sosok pria misterius yg seperti cintainya
sang putri merasa jatuh cinta pada sipengirim surat
lalu ia pandangi merpati itu, hingga menemukan goresan luka di selah sayap kecilnya
dengan kasih sayang di hatinya, sang putri mengobati luka yang mulai membeku itu 
ia rawat burung kecil itu dan ia taruhkan kasih sayang padanya
hingga pada suatu hari merpati itu hilang dan pergi entah kemana
siputri manis itu tercengang dan merasa kehilangan burung kesayangannya
lalu menetes air dari mata indahnya itu berupa tanda duka yang meluka 

"ternyata saat ini aku telah kehilangan dua sosok yg aku cintai
sang raja dan merpati kecil itu
dan yang kuharapkan sekarang hanyalah mencintaimu wahai sipengirim surat 
siapa dan dimanakah dirimu berada ... 
aku disini sendiri dan tetap terlamun diam menantimu wahai insan yang misterius
datang dan dekaplah aku disaat dingin mencekam
peluk eratlah seluruh ragaku yang bernasib seperti ini
hempaskanlah semua kasih sayangmu padaku yang terluka
dan aku tak mau terluka dalam duka 
lebih baik terluka karna mengorbanan cinta
semua telahku mengerti apa itu cinta dan kasih sayang
aku ingin selamanya bersamamu wahai sang penulis syair dalam surat ini 
dan hiasilah malam - malamku yang selalu kehilangan"
( syair sang Putri yang terdengar dalam mimpiku sipengantar surat )

"akulah penulis syair dalam surat itu" !!! 
 

13/04/11

Entah Apa Lagi

Menghibas paradigma yang menyuram
melangkah tuk tinggalkan cerita
terhanyut di dalam rimba yang mendebu - debu
percikannyapun mengenai bola mata
hingga berbondong tak dapat melihat
tak dapat melihat apapun di depannya
tak tau pula hitam dan tak mengerti putih
hanya anggapan seperti patamorgana
hidup memang sebuah teka - teki 
cengkok menerjang buih di dalam hempasan kabut
lalu menangislah hujan hingga ragamu terjatuh
mencoba lagi melangkah melawan arus aliran yang menggenang
mataharipun mengeringi permukaan itu
akhirnya raga dapat melangkah
namun,
namun kemana lagi harus melangkah 
kemana lagi harus berpijak
jelmaan batu besar telah membentengi raga
entah,
entah apa lagi yang harus dilangkahkan
apakah ada sepasang sayap yang bersudi menamu di raga,
atau pukulan hingga mengahancurkan batu.
entah apa lagi 
hanya terdiam menanti ibu taqdir.

31/03/11

Bangkitnya Demon

Di pilar embun ini telah membeku darah
dari pembuluh yang banyak menelan korban
gejolak nanah menguap ke sarap otak
hingga tak sadar lagi berada di negara iblis
ruangnya beraroma panggangan jantung 
denyut nadi ini mengisyaratkan tuk hampirinya
bergegaslah raga yang mulai bersima
kucabik - cabik dengan taring yang mulai menua
kurobek dengan cakaran jemari yang mulai meracun
hingga kutelan lalu diserahkan pada ular dalam tubuhku
berubahlah wujudku seperti Iblis
Iblis yang masih menyelah rimba suci.

14/03/11

Nikmati Lelah

Tak berlari juga tak melayang
hanya terdiam nikmati lelah
perang ini sungguh aneh
lawannya berselimut di jiwa
medarkan layang berlidi ratus
benangnyapun tetesan tinta
andalan mengingat kisah nabi lalu
ceritanya terhempas angin berdebu
mengejar domba yang nakal
menggenggam tongkat yang rapuh
itu lalu !!
namun kini sungguh berbeda
ragaku yang mengatur
aturan kebohongan dari sang raja
komitmen hanya tiga di dalam satu
jujur, jujur, dan jujur
itu ungkapnya !!
ternyata dusta sungguh dusta
justru bohong dan bohong
palsukanlah kepalsuanmu 
niatku hanya menuntut pengalaman serta ilmu
bila materi yang dipikirkan, tak juga seperti itu
akhirat di depan mata bukan dibelakangi
dunia di belakangmu bukan disembah
aku ini munafik !!
aku lelah karna diam, bukan lari karna takut
aku beramal karna belajar, bukan karna senyuman 
sungguh, ku nikmati lelah ini karenamu
syukuri waktu disa'at lekas
terimalah syukurku ya Allah.

26/02/11

Terbenamlah Hampa

Kurasa kura janganlah diam tersembunyi dikau
   artikan semua sisik yang meribu bilang 
maknai taring yang menjulang tetes 
   bukankah telah berjalan menyelah rimba di hutan
manusia sangat berubah, perubahanlah manusia
   awas jangan awasi jurang lembah begitu dalamnya
telah pandai kau membuat jembatan angin
   terbanglah bila itu dibutuhkan kudu
jangan menari lagi di lautan sang pelaut yang tak ber-air
   lihat saja depan pelipis berhawa - hawa suci
aroma insan yang taubat karna pembunuhan esok
   tak tau kapan esok, tak tau kapan kemarin
semua hampa bila di esok - esokkan
   bergegaslah jiwa dan giroh seperti lalu
terbenamlah dikau hampa karna meng-esokkan.

24/02/11

Jum'at Keramat

Titik sembilan berlogak misteri
karatnya harum melati yang sudah lama bersima
paradigma sana kepala kakek menyelah papan
padahal kakek depan meminta sentuhan tangan dan jemari
kusimai kain bersentuhan dalamnya logak
sebagai perkenalan aku dan siapa saja itu
takut jangan takut, berani jangan takut
patokan diri dengan tauhid mengoles jiwa
jangan belok jika lurus, jangan lurus jika sesat
keramatkanlah malam dengan simbol ayat
ayat ikhlas ucap kulhu bermakna satu 
aku bukan ditakuti dia, namun dia aku yang genggam
karna aku bukan dia, dan dia bukan iblis
aku yang mempengaruhi, bukan dia yang membaca
dia yang pusaka. dan akulah manusia
bersatulah kau sima ... 
berdamping kain kebesaran menyima
sima menyimai hawa, bukan hawa yang harus disimai
sebab semua sirna dan fana 
melebur debu ditaburi ayat yang kulani
pergilah kau sima penakut
jangan kau simai lagi kebelokan jati
sungguh aku yang menggenggam kau.

23/02/11

Kenalkan Pusaka

Titipkan ini pusaka
   niatnya kalimat belaka
biar enggan atau suka
    janganlah melorong neraka

Perkenalkan ini aku
   manusia sebatas kuku
darahnya mulai membeku
   cecerannya di atas buku

Gulungkanlah dengan kain
    syaratkan jangan main - main
nisbatkan hal yang lain
   satu raga-pun akan terjalin

17/02/11

Hidup dengan Air

Perjalanan kusam terjang
    berharap tak memanjang
kudukan menerbit terang
    seperti malam lalu siang.

Tak ada hirauan lagi
    haluskan langkah diri
lagi dan lagi seperti jati
    maka ini harus dekati ilahi.

Sebilah keris simai raga
   tetap ingat siapalah punya
hiraukan apa dan mengapa
   agar air girohi hidup di jiwa.

03/02/11

Bagaimana

   Bertubi asap merapat
walau terjangnya menelat
namun esensi begitu cepat
benar semua tercipta dzat

   Didetik bumi mana
tak kunjung tak mengada
tak tau diri semua beda
namun paham siapa punya

   Seperti apa intisari
meniangkan jati diri
tak berdaya seperti mati
bagaimana diri terjadi

01/02/11

Bukan Sayembara

Cerita bumi sudahi cinta
katanya niat ingin tak renta
asing bukan bila buta
pengaruhnya bolai mata

Dua hati bukan sayembara
bukan halnya hukum syara
cerita hilang terbanglah dara
sudahi jalan penuhi cara

Ini saat ingin sudahi
bila sosok raga aura birahi
lelah jiwa bila mendaki
tuk genggam cinta hakiki



Aku dan Mereka Insan

Situa manis baturan samudra
   perintah mesra saat raya
kicau perkutut ungkap rasa
   pelatuk syair ciptakan nada

Nya'ah tak raga menegas
   kokohnya detik sepintas
kabakaba tulisan kertas 
   ibarat putri menuang beras

Hiji gadis tak pula cukup
   nafsu hewani fana tercakup
gerbang sorga-pun tertutup
   ibarat dasi pembudak korup 

Pula taksaka didekat rumah
   pendatang anyar awali tamah
akhir nada ungkapan desah
   kain jemur berkunjung basah

Talatah tuah tak menuli
   namun manah seperti mati
walau dengar tak peduli
   sungguh diri tak tau dari

30/01/11

Buyarkan Sumbang

Sipening putarkan debu
   lain bilah saling beradu
lebih ini baik membisu
   namun lamun menjadi batu

Ini niat buyarkan sumbang
   karna sudahlah tak terbilang
mending kembang atau bintang
   tegaskan syair bila terbang

Berayun nada pelipis jati
   kelopaknya tak tau diri
semua main hanya mimpi
   akankah bila terjadi

Bayangan tak melebur
   ya Tuhan tolong di ulur
bila harus jujur
   sekali lagi aku kabur







25/01/11

Menembus Cakra

Di lorong pagi, siang, dan malam ria
   sumpak raga berlari bila
nyenyak sukar terbangun mata 
   hanya sandar memeluk hampa

Tong singa motivasi diri
   berayun sering kata terjadi
hidupkan giroh agar jati
   namun tak tau siapa mati

Kuresap semua kata
   girohpun tak mengada
antonim mengiyakan berkunjung tiba
   satu hal sulit menembus cakra.

Imut Meraut

Sirawa menyelah jalanan kelinci
berayun belimbing daunnya jarang
nada dari pelatuk tanda keceriaan hati
gibasan mahluk air pesona samudra batasi cermin persegi

Penghuni rumah sedang berduka 
pemimpin bijaknya bertamu di rumah sakit
berbondong wakil membawa rangkulan keranjang buah
sekedar penyegaran aroma sana

Hanya ingin ucap sabar dari sini
semoga beliau sehat sediakalanya
jangan hilang untaian kata suci pengharapan pada Ilahi
ingat semua itu, wahai gadis imut meraut.

Goresan Masa Depan

Tersirat dalam benak ku
kau yang terindah bagi ku
yang pernah ku temukan di sepanjang perjalanan cintaku

aku ingin memelukmu
dengan erat dan takan pernah lepas
agar besarnya cintaku dapat hidup di relung hati dan jiwamu
menjadi sebuah goresan untuk masa depan kita,

kenanglah aku di kalau kau merindukan ku,
pandangilah rembulan malam ini
jikalau kau ingin aku hadir
di sunyinya malam ini
I LOVE YOU 






                                                                                                            Fifi Kristiana

Darinya Kata

jiwaku renta...
tak berdaya tanpa cinta...
rinduku layu jika hidup tanpamu...
datanglah padaku...
kembalikan benih benih cinta yang dulu sempat mengada...
biarkan tumbuh terkembang dalam dekapan...
hingga kehangatan kembali aku rasakan...
hanya denganmu...
tanpa ada orang ketiga...
hanya ada kita...
untuk kita...
berdua...
tanpa mendua...
dalam rindu dan cinta... 




                                                                                                Fifi Kristiana

Mengapa Ini

Hanya mengapa indah urai kata kuasai diri
sementara batas lorong waktu sungguh jelas dan tau
membangun jembatan kiasan terima cinta di sini
terbang nada menemani saat sama terbenam
gemuruh ombak tak asing ku dengar
itu tau serakan samudra efek angin
bodoh sangat bodoh seperti ini dibila hari
singkat cerita tak meninggalkan arti yang hapal abadi
namun biarlah ini aku sipenyingkat alur
walau harus gelap melamun terang mustahil
berbelit sungguh lantun kini
mengapa ini.













21/01/11

h4nya sekedar berkata - kata"

   Kata - kata di bawah entah itu apa dan mengapa ? ceritanya singkat namun menarik.
Semalam aku browsing di internet tentang "Karakteristik Syair" !! dan ternyata selama ini yang aku tulis tidak sesuai dengan karakter aslinya !! haduuuh betapa bodohnya aku yang mengapa aku tidak belajar dan apa alasan aku malas ? yang bisanya hanya sekedar berkata - kata saja didepan wanita, huuuhhh dasar urang sunda tingkahnya seperti kuda yang sedang merayu janda !!
lalu ku tulis judul "h4nya sekedar berkata - kata" yaaa mungkin inilah contoh karakteristik syair yang aku bisa dan semua itu hanya sekedar berkata - kata. !!



Jujur, aku tak mampu melukis di kertas
Yang ada hanya tak paham akan hal sepintas
Bukan ibarat air jatuh ke dalam gelas
Namun seperti berharap hujan turun dicuaca panas

Jujur, aku sedang belajar
Niatnya ingin dari dasar
Lama - lama menjadi gunung yang besar
Agar sejuknya alam mulai ku sebar

Jujur, aku bocah ingusan
Yang tak mengenal tulisan
Seperti yang tertera di batu nisan
tapi setidaknya aku ini seorang insan

Jujur, aku hanya sekedar berkata - kata
Karna aku bisanya hanya bernada
Apalagi bila menggoda 
Menggoda wanita lalu entah karna selingkuh atau-pun ditinggal mati namanya janda.

hahahahahahaha semua itu sungguh tak dusta !!!