13/04/11

Entah Apa Lagi

Menghibas paradigma yang menyuram
melangkah tuk tinggalkan cerita
terhanyut di dalam rimba yang mendebu - debu
percikannyapun mengenai bola mata
hingga berbondong tak dapat melihat
tak dapat melihat apapun di depannya
tak tau pula hitam dan tak mengerti putih
hanya anggapan seperti patamorgana
hidup memang sebuah teka - teki 
cengkok menerjang buih di dalam hempasan kabut
lalu menangislah hujan hingga ragamu terjatuh
mencoba lagi melangkah melawan arus aliran yang menggenang
mataharipun mengeringi permukaan itu
akhirnya raga dapat melangkah
namun,
namun kemana lagi harus melangkah 
kemana lagi harus berpijak
jelmaan batu besar telah membentengi raga
entah,
entah apa lagi yang harus dilangkahkan
apakah ada sepasang sayap yang bersudi menamu di raga,
atau pukulan hingga mengahancurkan batu.
entah apa lagi 
hanya terdiam menanti ibu taqdir.