25/01/11

Menembus Cakra

Di lorong pagi, siang, dan malam ria
   sumpak raga berlari bila
nyenyak sukar terbangun mata 
   hanya sandar memeluk hampa

Tong singa motivasi diri
   berayun sering kata terjadi
hidupkan giroh agar jati
   namun tak tau siapa mati

Kuresap semua kata
   girohpun tak mengada
antonim mengiyakan berkunjung tiba
   satu hal sulit menembus cakra.

Imut Meraut

Sirawa menyelah jalanan kelinci
berayun belimbing daunnya jarang
nada dari pelatuk tanda keceriaan hati
gibasan mahluk air pesona samudra batasi cermin persegi

Penghuni rumah sedang berduka 
pemimpin bijaknya bertamu di rumah sakit
berbondong wakil membawa rangkulan keranjang buah
sekedar penyegaran aroma sana

Hanya ingin ucap sabar dari sini
semoga beliau sehat sediakalanya
jangan hilang untaian kata suci pengharapan pada Ilahi
ingat semua itu, wahai gadis imut meraut.

Goresan Masa Depan

Tersirat dalam benak ku
kau yang terindah bagi ku
yang pernah ku temukan di sepanjang perjalanan cintaku

aku ingin memelukmu
dengan erat dan takan pernah lepas
agar besarnya cintaku dapat hidup di relung hati dan jiwamu
menjadi sebuah goresan untuk masa depan kita,

kenanglah aku di kalau kau merindukan ku,
pandangilah rembulan malam ini
jikalau kau ingin aku hadir
di sunyinya malam ini
I LOVE YOU 






                                                                                                            Fifi Kristiana

Darinya Kata

jiwaku renta...
tak berdaya tanpa cinta...
rinduku layu jika hidup tanpamu...
datanglah padaku...
kembalikan benih benih cinta yang dulu sempat mengada...
biarkan tumbuh terkembang dalam dekapan...
hingga kehangatan kembali aku rasakan...
hanya denganmu...
tanpa ada orang ketiga...
hanya ada kita...
untuk kita...
berdua...
tanpa mendua...
dalam rindu dan cinta... 




                                                                                                Fifi Kristiana

Mengapa Ini

Hanya mengapa indah urai kata kuasai diri
sementara batas lorong waktu sungguh jelas dan tau
membangun jembatan kiasan terima cinta di sini
terbang nada menemani saat sama terbenam
gemuruh ombak tak asing ku dengar
itu tau serakan samudra efek angin
bodoh sangat bodoh seperti ini dibila hari
singkat cerita tak meninggalkan arti yang hapal abadi
namun biarlah ini aku sipenyingkat alur
walau harus gelap melamun terang mustahil
berbelit sungguh lantun kini
mengapa ini.