30/01/11

Buyarkan Sumbang

Sipening putarkan debu
   lain bilah saling beradu
lebih ini baik membisu
   namun lamun menjadi batu

Ini niat buyarkan sumbang
   karna sudahlah tak terbilang
mending kembang atau bintang
   tegaskan syair bila terbang

Berayun nada pelipis jati
   kelopaknya tak tau diri
semua main hanya mimpi
   akankah bila terjadi

Bayangan tak melebur
   ya Tuhan tolong di ulur
bila harus jujur
   sekali lagi aku kabur







25/01/11

Menembus Cakra

Di lorong pagi, siang, dan malam ria
   sumpak raga berlari bila
nyenyak sukar terbangun mata 
   hanya sandar memeluk hampa

Tong singa motivasi diri
   berayun sering kata terjadi
hidupkan giroh agar jati
   namun tak tau siapa mati

Kuresap semua kata
   girohpun tak mengada
antonim mengiyakan berkunjung tiba
   satu hal sulit menembus cakra.

Imut Meraut

Sirawa menyelah jalanan kelinci
berayun belimbing daunnya jarang
nada dari pelatuk tanda keceriaan hati
gibasan mahluk air pesona samudra batasi cermin persegi

Penghuni rumah sedang berduka 
pemimpin bijaknya bertamu di rumah sakit
berbondong wakil membawa rangkulan keranjang buah
sekedar penyegaran aroma sana

Hanya ingin ucap sabar dari sini
semoga beliau sehat sediakalanya
jangan hilang untaian kata suci pengharapan pada Ilahi
ingat semua itu, wahai gadis imut meraut.

Goresan Masa Depan

Tersirat dalam benak ku
kau yang terindah bagi ku
yang pernah ku temukan di sepanjang perjalanan cintaku

aku ingin memelukmu
dengan erat dan takan pernah lepas
agar besarnya cintaku dapat hidup di relung hati dan jiwamu
menjadi sebuah goresan untuk masa depan kita,

kenanglah aku di kalau kau merindukan ku,
pandangilah rembulan malam ini
jikalau kau ingin aku hadir
di sunyinya malam ini
I LOVE YOU 






                                                                                                            Fifi Kristiana

Darinya Kata

jiwaku renta...
tak berdaya tanpa cinta...
rinduku layu jika hidup tanpamu...
datanglah padaku...
kembalikan benih benih cinta yang dulu sempat mengada...
biarkan tumbuh terkembang dalam dekapan...
hingga kehangatan kembali aku rasakan...
hanya denganmu...
tanpa ada orang ketiga...
hanya ada kita...
untuk kita...
berdua...
tanpa mendua...
dalam rindu dan cinta... 




                                                                                                Fifi Kristiana

Mengapa Ini

Hanya mengapa indah urai kata kuasai diri
sementara batas lorong waktu sungguh jelas dan tau
membangun jembatan kiasan terima cinta di sini
terbang nada menemani saat sama terbenam
gemuruh ombak tak asing ku dengar
itu tau serakan samudra efek angin
bodoh sangat bodoh seperti ini dibila hari
singkat cerita tak meninggalkan arti yang hapal abadi
namun biarlah ini aku sipenyingkat alur
walau harus gelap melamun terang mustahil
berbelit sungguh lantun kini
mengapa ini.













21/01/11

h4nya sekedar berkata - kata"

   Kata - kata di bawah entah itu apa dan mengapa ? ceritanya singkat namun menarik.
Semalam aku browsing di internet tentang "Karakteristik Syair" !! dan ternyata selama ini yang aku tulis tidak sesuai dengan karakter aslinya !! haduuuh betapa bodohnya aku yang mengapa aku tidak belajar dan apa alasan aku malas ? yang bisanya hanya sekedar berkata - kata saja didepan wanita, huuuhhh dasar urang sunda tingkahnya seperti kuda yang sedang merayu janda !!
lalu ku tulis judul "h4nya sekedar berkata - kata" yaaa mungkin inilah contoh karakteristik syair yang aku bisa dan semua itu hanya sekedar berkata - kata. !!



Jujur, aku tak mampu melukis di kertas
Yang ada hanya tak paham akan hal sepintas
Bukan ibarat air jatuh ke dalam gelas
Namun seperti berharap hujan turun dicuaca panas

Jujur, aku sedang belajar
Niatnya ingin dari dasar
Lama - lama menjadi gunung yang besar
Agar sejuknya alam mulai ku sebar

Jujur, aku bocah ingusan
Yang tak mengenal tulisan
Seperti yang tertera di batu nisan
tapi setidaknya aku ini seorang insan

Jujur, aku hanya sekedar berkata - kata
Karna aku bisanya hanya bernada
Apalagi bila menggoda 
Menggoda wanita lalu entah karna selingkuh atau-pun ditinggal mati namanya janda.

hahahahahahaha semua itu sungguh tak dusta !!!
















20/01/11

Bernyanyilah Jiwa

   Lantunan sabda menggetarkan jiwa diraja hari
bergegas wujud persiapan bayangan suci
mengapa harus bayangan yang bersandar di benak ini ?
mungkin langkahan kaki menuju kobaran api cerita semalam
harus bernyanyi walau tak didengar 
sakit hati ini bila diresapi semua hal yang kau tampakan karna penghianatan
namun tak mampu tuk sakit hati, karna penghianatan telah ku jalani demi sebuah cerita
cerita yang laknat menurutnya
suatu kebencian mengapa harus menghasilkan perkara kasih sayang
padahal semua itu hanya sementara dan singkat ceritanya
biarlah cerita ini meneruskan lakunya disambung hari tanyakan apa dan bagaimana
kita tak mampu menembus hari berikutnya dengan kesaktian,
karna sifat kanak menggoda hasrat dipikiran yang bejad
lebih baik kau gegaskan tuk bernyanyi di malam hari
pasti akan ku dengar demi jiwa yang sepi tanpa syair dan nada
ku paksa bila kau tak mampu 
ku paksa lagi bila kau tak mampu
ku sangat paksa bila kau tak mampu
dasar kau pecundang nada yang tak bisa melukis syair
padahal ku saksikan terkesan walau kau bercerita tentang anak kecil yang susah makan
semua itu karna nada, aku ingin nada, semua itu karna jiwa, aku ingin jiwa bernada
   bernyanyilah jiwa,.....
pecundang itu tak mampu bercerita karna tak punya jiwa nada
   bernyanyilah jiwa,.....
nada yang dia punya tak melukis jiwa hakikat tak ada
   bernyanyilah jiwa,.....
manusia seperti itu mungkin tak punya lubang mulut untuk bernada
   bernyanyilah jiwa,.....
lepaskan belenggu sesal atas dosa yang kau buat semalam
   bernyanyilah jiwa,.....
teriakan semua kesal asa di hati yang hampa tuk mengingat esa
   bernyanyilah jiwa,.....
notasi hidup telah mengundang pentas di atas kubur bertiang besi dan beralas papan
   bernyanyilah jiwa,....
demi syair dan nada agar bersandar di jiwa yang terluka karena cinta
   bernyanyilah jiwa,....dan bernyanyilah jiwa,....
Demi luka.







Tikar Itu

Seperti penyerita lainnya
kisah cinta yang tak ada sebuah kelebihan materi 
namun ia lukis di atas gulungan tikar yang lembut
tak tau mungkin aku yang bodoh atau mungkin semuanya salah
hiasan permata dari neraka menutup mata dari surga
semuanya terlihat indah namun singkat bila diratapi
semuanya tak diratapi agar terlihat indah
semuanya memang indah dan tak diratapi
buat apa diratapi semuanya karna indah
keindahan bukan disaat kita belanja permata
namun ketika kita menyelam ke dasar samudra tuk mencari permata
hiasan hidup yang sejak awal terkesan buta
keindahan perihal itu hanya sebatas dua bola mata
beda halnya dengan lukisan di atas gulungan tikar yang lembut
mungkin benar ini suatu kebodohan yang abstrak
namun tak apa demi senyum dan tawa
tetap melangkahkan kaki tuk hiasi hidup
hiasan yang sia - sia 
hanya melukis di atas gulungan tikar itu.

                                                                                   

18/01/11

Berharap Air

Kiranya di tengah pepohonan penuh bayang mengiuhkan jiwa,
terletak sebuah gubuk jendala rapuh dan terbuka,
insting berbicara niat bertamu,
tuk memandang tajam sang penghuni itu,
mungkin hanya sekedar mimpi di layar seperti terbang,
syairnya tak senilai mutiara, namun senilai batu kerikil antik,
ingin ku sampaikan saja kepada angin sekitar rumah,
ku berharap Air mengalir di tenggorokan ku yg kering.
salam sejahtera...!!!



15/01/11

Peti Itu

Mungkin ku tak seperti kiyan santang sang pemberani
namun kisahnya tergores di pelipis mataku
sebelum 25 mengundang hari sunyi bahagia,
ingin rasanya ku alami seperti Kahlil Gibran
sang penya'ir menggoncang dunia sana
karyanya yg tak senilai mutiara putih
aku hanya ingin meminta tinta ini
tuk berkarya di selembar kertasmu
tak sedalam sungai makna tersirat
hanya sekedar menggali tanah penuh kerikil
hingga ku temukan peti itu,... ?
Peti di dalam hatimu.
 

   

14/01/11

Cari Aku Demi Arti


ku hisap bayang di puncak merah tongkat itu
hempasan hampa membangun kabut di selah kamar ku
datanglah ibu merangkul secangkir air tuk menyiram gemuruh halus melayang sesak.................................
namun tak terkesan mimpi mengalahkan angin,
ku jelaskan pada ayah suatu hal satu rasa namun tak pantas jika bergemuruh.........................
berontak hukum mengalir ke telingaku dg berlari menggapai logam ke puncak sepi..................................
namun tak bisa karna masa kecilku, siratan kertas belum ku pahami mengapa tertulis...............................
tolong,.. ijinkan aku menghisap sebatang rokok di sini
segala hal yg tertanam di benakku sumpah mengandung makna yg tumpul...............................
selama asap bayang menghembus dari lubang ucapku, selama itulah jurang penuh duri terbuka lebar.......................
kalian tak memahami makna di balik makna , mengapa di hisap mengapa di buang ?.....................................
carilah wujudku di atas bumi kering jika kalian ingin mengerti tentang apa yg tertulis di kertas gulung berapi ini..........

   

12/01/11

Mimpi Kelamku


Ingin ku dapati ularmu bersisik darah dan bisa beracun
mungkin kau terkesan ganas yg merayu hasrat duniawi
bisa dan darah mu meneteskan api gejolak jiwa yg manis,
lidah manismu yg tajam dan liar tergores di bayang pelipis mata,
niat raga tuk mengukir batu di mimpi kelam menjadi rumah mu berlingkar
hingga ku menunggu sang perubah taqdir,
berharap menyihirmu menjadi seekor kucing berbulu putih dan halus.
"salah siapa kau Keras Kepala" hahahahaha ..!!!!
 

11/01/11

iBliZ sang Penggenggam Angin

    Lahirlah sosok bayi mungil telanjang darah,
ditertawakan raja2 kecil karna tangisnya
tegasan kata tersirat sering  
"semua orang tertawa ketika Q lahir, Q ingin mereka menangis ketika Q mati"
mungkin itu yg mengendalikan jiwa berjalan di tilam bumi terbentang kering.
beranjak kanak bermain sambil bermimpi 
 "suatu saat nanti Q pasti bisa terbang,... membelah cakrawala, menggenggam angin, menabur dosa, lalu hilang bersembunyi di gubuk jiwa ini"...!!!
hahaha konyol 
maaf ! itu hanya mimpi, namun manusia tak sukses bila tak bermimpi. 
karna mimpi adalah sebuah bayang cita2 dan mau tak mau pasti terjadi karna itu.
namun aku malas dan lemah, mungkin itu aku si cacing dalam tanah yg tak terlihat kakinya dan srigala malam yg tak bisa memburu mangsa, dan aku hanya bocah ingusan yg tak pandai menendang bola namun ku tetap belajar tuk bisa menggenggam bulan.
ini aku dan inilah aku !
"selamat datang wahai iBliz sang Penggenggam Angin" !!!