Kurasa kura janganlah diam tersembunyi dikau
artikan semua sisik yang meribu bilang
maknai taring yang menjulang tetes
bukankah telah berjalan menyelah rimba di hutan
manusia sangat berubah, perubahanlah manusia
awas jangan awasi jurang lembah begitu dalamnya
telah pandai kau membuat jembatan angin
terbanglah bila itu dibutuhkan kudu
jangan menari lagi di lautan sang pelaut yang tak ber-air
lihat saja depan pelipis berhawa - hawa suci
aroma insan yang taubat karna pembunuhan esok
tak tau kapan esok, tak tau kapan kemarin
semua hampa bila di esok - esokkan
bergegaslah jiwa dan giroh seperti lalu
terbenamlah dikau hampa karna meng-esokkan.