20/01/11

Bernyanyilah Jiwa

   Lantunan sabda menggetarkan jiwa diraja hari
bergegas wujud persiapan bayangan suci
mengapa harus bayangan yang bersandar di benak ini ?
mungkin langkahan kaki menuju kobaran api cerita semalam
harus bernyanyi walau tak didengar 
sakit hati ini bila diresapi semua hal yang kau tampakan karna penghianatan
namun tak mampu tuk sakit hati, karna penghianatan telah ku jalani demi sebuah cerita
cerita yang laknat menurutnya
suatu kebencian mengapa harus menghasilkan perkara kasih sayang
padahal semua itu hanya sementara dan singkat ceritanya
biarlah cerita ini meneruskan lakunya disambung hari tanyakan apa dan bagaimana
kita tak mampu menembus hari berikutnya dengan kesaktian,
karna sifat kanak menggoda hasrat dipikiran yang bejad
lebih baik kau gegaskan tuk bernyanyi di malam hari
pasti akan ku dengar demi jiwa yang sepi tanpa syair dan nada
ku paksa bila kau tak mampu 
ku paksa lagi bila kau tak mampu
ku sangat paksa bila kau tak mampu
dasar kau pecundang nada yang tak bisa melukis syair
padahal ku saksikan terkesan walau kau bercerita tentang anak kecil yang susah makan
semua itu karna nada, aku ingin nada, semua itu karna jiwa, aku ingin jiwa bernada
   bernyanyilah jiwa,.....
pecundang itu tak mampu bercerita karna tak punya jiwa nada
   bernyanyilah jiwa,.....
nada yang dia punya tak melukis jiwa hakikat tak ada
   bernyanyilah jiwa,.....
manusia seperti itu mungkin tak punya lubang mulut untuk bernada
   bernyanyilah jiwa,.....
lepaskan belenggu sesal atas dosa yang kau buat semalam
   bernyanyilah jiwa,.....
teriakan semua kesal asa di hati yang hampa tuk mengingat esa
   bernyanyilah jiwa,.....
notasi hidup telah mengundang pentas di atas kubur bertiang besi dan beralas papan
   bernyanyilah jiwa,....
demi syair dan nada agar bersandar di jiwa yang terluka karena cinta
   bernyanyilah jiwa,....dan bernyanyilah jiwa,....
Demi luka.







Tikar Itu

Seperti penyerita lainnya
kisah cinta yang tak ada sebuah kelebihan materi 
namun ia lukis di atas gulungan tikar yang lembut
tak tau mungkin aku yang bodoh atau mungkin semuanya salah
hiasan permata dari neraka menutup mata dari surga
semuanya terlihat indah namun singkat bila diratapi
semuanya tak diratapi agar terlihat indah
semuanya memang indah dan tak diratapi
buat apa diratapi semuanya karna indah
keindahan bukan disaat kita belanja permata
namun ketika kita menyelam ke dasar samudra tuk mencari permata
hiasan hidup yang sejak awal terkesan buta
keindahan perihal itu hanya sebatas dua bola mata
beda halnya dengan lukisan di atas gulungan tikar yang lembut
mungkin benar ini suatu kebodohan yang abstrak
namun tak apa demi senyum dan tawa
tetap melangkahkan kaki tuk hiasi hidup
hiasan yang sia - sia 
hanya melukis di atas gulungan tikar itu.