Seperti penyerita lainnya
kisah cinta yang tak ada sebuah kelebihan materi
namun ia lukis di atas gulungan tikar yang lembut
tak tau mungkin aku yang bodoh atau mungkin semuanya salah
hiasan permata dari neraka menutup mata dari surga
semuanya terlihat indah namun singkat bila diratapi
semuanya tak diratapi agar terlihat indah
semuanya memang indah dan tak diratapi
buat apa diratapi semuanya karna indah
keindahan bukan disaat kita belanja permata
namun ketika kita menyelam ke dasar samudra tuk mencari permata
hiasan hidup yang sejak awal terkesan buta
keindahan perihal itu hanya sebatas dua bola mata
beda halnya dengan lukisan di atas gulungan tikar yang lembut
mungkin benar ini suatu kebodohan yang abstrak
namun tak apa demi senyum dan tawa
tetap melangkahkan kaki tuk hiasi hidup
hiasan yang sia - sia
hanya melukis di atas gulungan tikar itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar