Di sudut kota pengeluh cerita
tampak hidup seolah pembenteng raga
menyentuh jiwa yang benar renta
siapakah dirimu hitam ? ...
mengapa segerombolan semut selalu menamu,
berduyun menuju kemanisan
dayinta manis merasa bangga
karna pahit tak kuasai dirinya ...
mengiris manah sepercik ucap
namun pengaruhi cangkang yang semakin membuyar
jadinya relung hitamkan cahaya
itu wajar karna mereka tak bodoh ...
di sudut lain penghuni gubuk dunia
tampak sosok bayangan merah
dimana ia dapat membunuh
dimana ia dapat membohong
dimana ia dapat mengeluh
semua sama seperti dedaunan disorot surya
namun mengapa berbeda ? ...
apakah harus kembali menjadi kesatria
gertaki jiwa yang dikuasai para iblis
namun aku tak suka membunuh
aku lebih suka dibunuh ...