15/05/11

Pengeluh Cerita

Ketika busuran panah penancap sang merpati,
ku tak bisa menahan laju angin tuk mencengkramnya.
ketika si kancil sedang diburu para buaya,
ku tak bisa membangkang keserammannya.
ketika segerombolan semut di injak - injaki para atasan,
ku hanya terdiam berkeluh kesah sambil menatapnya.

Aku memang pecundang yang lama
semua tak bisa ku jaga dan terselsaikan
dulu aku seperti angin yang selalu memberi pengaruh
namun dia tak mempunyai arah dan tujuan yang pasti
biar saja dia merasuk ditubuhku ...
ku bungkam semuanya karna takut
semua kabut yang menghalangi ketika melangkah
tersembunyi didalam goa sanubariku
ku terdiam dan hanya terdiam ...
entah terjangan apa yang mampu membuatku bangkit kembali
bila harus ku sudahi hidup ini ...
mungkin saja gelarku pecundang mati
yang tinggalkan bumi dengan hina ...

Bila harus menerus cengkraman ini membunuhku 
bila harus menerus terjangan ini butai mataku
bila harus tepian tombak merobek jantungku 
dan bila harus kematian datang ketika gemetar
Aku sang pengeluh sejati ...
bertekad tuk berperang dimedan jiwa ini 
ku hunuskan pedang untuk diriku sendiri 
ku robek - robek jantungku sendiri 
ku genggam otak yang berlumuran darah segar
ketika itu ku bunuh diri 
membunuh pengeluh sejati.

14/05/11

Pelukis masa lalu

Ada seuntai kalimat yang sering terdengar dari telingaku
" yang lalu biarlah berlalu"
itu lalu, biarlah kini ku rangkai masa depan di lembaran baru.
aku terlajar dalam sosok mahasiswa dari Minang sana.
yang menabur inspirasi tuk semua para perangkai.
disiniku terundang dalam hatinya tuk menebak semua isi dalam kata
lagi2 dan lagi sosok dayinta di negeri sana yang menarik hati,
menggugah semangat para senopati dalam kerajaan jiwaku.
membangun tahta dalam kata berkarya cipta.
menstrategikan rancangan dalam misi dan visi cinta.
melatih para prajurit nadi dalam tubuh ini agar bergiroh sejati.
dan selalu menggoreskan pena berwarna kedalam selembaran tak terlihat,
karna hidup yang semakin maju dalam menua jejak.

Terbangunku dalam dekapan malam yang tak menentu.
saluran dalam tabuh mengalir darah yang tertuju pada satu titik.
selubung otak berkata mesra pada titik itu ...
" apakabar cintaku disana" ?
berontaklah raga tuk menggenggam sebuah media jaman kini,
ku dengar nadamu sungguh lelah dan terkesan mesra.
dalam penantian malam ketika mimpi sedang merindunya.
harapan kasih dalam merintis perlahan cerita cinta.
namun sang merpati sudah terlelap dikala menunggu putri kecilnya.
ia lelap dalam gelapan malam yang tak sadarkan dirinya.
mimpikan indah namun tak teringat dalam benaknya.
bersukur saja didalam hidupnya terdapat sosok putri kecil.
ia rindukan malam karna rindukan putri,
ia nantikan cerita karna jalani bersama - sama,
bersama putri manis dalam imajinasinya.
ia coba tuk menjadi nyata karna kasih sayang dari putrinya,
ia ucapkan terimakasih karna terucap pula penyambut dalam cipta hatinya.
semua ini terlihat lengkap. namun ada satu saja yang menguranginya ...

yaitu Pertemuan Cinta ...

Dalam rintisan ceritanya, mereka saling mengisi lubang kecil yang kelami hidup.
masa lalu memang sebuah warna dalam hidup,
seuntai kata lagi - lagi ku dengar ...
masa lalu memang warna, namun apabila gelap apakah itu warna dalam hidup ?
Kini ku jawab dengan santai ...
masa lalu memang sebuah warna dalam hidup,
dan masa lalu yang gelap-pun termasuk warna didalamnya,
ku tambahkan warna pada asumsi kalian ...
masa lalu juga seperti cermin tuk kita pandang,
juga menjadi patokan tuk kita jaga,
ketika kita mengungkapkan warna pada hidup ini ...
maka jadikanlah semua masa seperti lukisan warna,
yang kau lukis untuk masa depan,
lalu lukislah pada lembaranmu saat ini.
karna hidup benar - benar berubah. bahkan dalam hitungan detik.
inspirasimu membuatku terundang dalam karya,
hanyaku titipkan satu kata hati untukmu sang putri ...

" jagalah hatimu dengan baik dan jagalah kesehatanmu"
karena ketika kau terlihat terpuruk lelah,
ku merasa bahwa sebagian dari organ tubuhku ikut merasakannya.
karena kau padaku, dan ku padamu.
kau sungguh bagian dari hidupku saat ini dan semoga selamanya.
ku terima cinta ini disepanjang masa ketika merintis cerita.
cerita cinta kita berdua.
untuk kita berdua.
selamanya  ... !!
















Perindu Malam


Benar ... 
aku bukan burung hantu yang sering melamun 
Benar ...
aku bukan kelelawar sipenghisap darah
Juga benar ...
aku bukan pelacur dari tetesan hina yang mencoba sukses
namun ... 
akulah perindu malam ... 
yang dapat memburu nafsu ketika bertingkah 
yang dapat menjadi pena di kertas malam - malammu
yang dapat menjadi selimut ketika kau terlelap
yang dapat hangatkan tubuhmu ketika rembulan redup
yang dapat berkilau ketika bintang sembunyi
dan selalu mampu menjadi warna dinafasmu 
juga mampu menjadi warni diragamu
aku tercipta sebagai manusia biasa 
bukan seperti raja yang ingin menjadi malaikat 
mungkin benar seperti kucing yang mencari makan dimalam hari 
ketika ayam berkokok di sekitar rumahku 
maka segeralah ku keluar dari peristirahatan
ku tahan laju mentari yang mulai menerbit
lalu ku hisap aroma pagi agar tak datang
hingga ...  ku terjatuh mati.


tunggulah saat auman srigala mulai berteriak lagi
itulah Aku yang rindukan malam.



11/05/11

Putri Kecil

Sosok dayinta berlari kecil di imajinasiQu
mengelilingi di kawasan denyut nadi ini 
senyuman manisnya membuatQu mabuk
terhipnotis oleh sayap sihirnya
mungkin dia putri dari syurga sana
ataupun dia teman hatiQu yang di utus Tuhan
siapapun dia dan apapun dia juga dari manapun dia
tetaplah hiasi hari - hari kelamQu 
ingin sekali merangkulnya dalam raga ini
ibarat memunguti berlian di bawah tempat tidurQu
ku jaga dengan baik di kantung mungil ini
ku ikat agar kau tak dicuri oleh segerombolan semut yang cinta dunia
ku masukkan kedalam lemari papanQu
dan titiplah kata - kata hati ini 
jagalah dirimu baik - baik ...
tidurlah dengan nyaman ...
jangan sekali - kali kau mencoba tuk melarikan diri ...
aku tetap menjagamu dalam hidup ini 
dan ketika ajal menjemputQu,
tolonglah kau menjadi malaikatQu ...
agarQu selamanya bersamamu ...
lalu ku buka kantung mungilnya ...
terpancarlah cahaya cinta darimu ...
terbanglah kau sesuka hati ...
terbang melayang - layang di imajinasiQu ...



10/05/11

Satukan Cinta

Dua sejoli yang merangkai cerita
semasing sosoknya memendam kasih 
wujud rasa memang tak terlihat oleh mata 
namun setidaknya terasa
terasa di dalam rasa yang satu 
yaitu cinta ...
dimanakah wahai sang kasih
ku cari ragamu disetiap hari - hari yang indah
ternyata kau tetap takQu temukan 
dimanakah cinta ...
aku disini terdiam dan menunggu kau tersenyum
tersandar ditembok tua tempatQu bermimpi
ku selalu bermimpi
mimpikan cinta ...
wahai bayangan kasih 
hadirlah kau didekapan malamQu
rangkullah merpatiQu 
demi cinta ... 
namun tetap dia tak hadir menemuiQu 
tuk satukan cinta ...
terdengarlah suara dari langit yang menyambar ketelinga hatiQu ...
"wahai kasih ... tanpa kau tunggu hadirQu, tanpa kau harap pelukQu, dan tanpa kau mimpi kasihQu,
aku selalu hadir di Hatimu. diselah kamar sanubarimu. akulah cintamu" ... 
pria itu tercengang ketika mendengar ada suara gadis di dalam hatinya.

09/05/11

Tentang Merpati


      Berawal dari indahnya rangkaian kata dan suara...
      yg tersurat dalam hati
      bahkan slalu tergiang ditelingaqu..
      tentang pesona sosok yg indah dipandang
      oleh manusia....
      sesosok merpati yg tak pernah hilang dari ingatanqu
      walaupun sesaat...
      sosok itu begitu nyata & peka....
      slalu hadir temani sanubari
      yg kadang slalu sepi....
      selimuti malam2 yg indah..
      dengan kehangatan sayap2mu yg indah....
      yg slalu temani tidurqu...
      merpati...
      qu tau hadirmu
      sangat begitu cepat....
      namun membuatqu berarti
      membuatku mempunyai banyak
      makna cinta yg harus dimaknai....
      hadirmu begitu indah tuk dilupakan....
      merpati....
      kau slalu temani malam indahku...
      tanpa kenal lelah...
      kau jaga aqu...
      kau buat qu berarti.....
      kau slalu hadir disanubariqu
      walau raga tak menyatu......
      tapi hadirmu begitu kuat dihatiqu....
      semua memang suratan takdir....
      tapi ku slalu berdoa
      ku slalu berharap...
      berharap....merpati begitu nyata untukku....
      temani hidupqu....
      slamanya....
      dan merpatiqu
      memiliki arah & tujuan yg indah....




      from:yang mencintaimu
      to:merpatiqu tersayang...






















                                                                                                          Riantika Sheren