15/05/11

Pengeluh Cerita

Ketika busuran panah penancap sang merpati,
ku tak bisa menahan laju angin tuk mencengkramnya.
ketika si kancil sedang diburu para buaya,
ku tak bisa membangkang keserammannya.
ketika segerombolan semut di injak - injaki para atasan,
ku hanya terdiam berkeluh kesah sambil menatapnya.

Aku memang pecundang yang lama
semua tak bisa ku jaga dan terselsaikan
dulu aku seperti angin yang selalu memberi pengaruh
namun dia tak mempunyai arah dan tujuan yang pasti
biar saja dia merasuk ditubuhku ...
ku bungkam semuanya karna takut
semua kabut yang menghalangi ketika melangkah
tersembunyi didalam goa sanubariku
ku terdiam dan hanya terdiam ...
entah terjangan apa yang mampu membuatku bangkit kembali
bila harus ku sudahi hidup ini ...
mungkin saja gelarku pecundang mati
yang tinggalkan bumi dengan hina ...

Bila harus menerus cengkraman ini membunuhku 
bila harus menerus terjangan ini butai mataku
bila harus tepian tombak merobek jantungku 
dan bila harus kematian datang ketika gemetar
Aku sang pengeluh sejati ...
bertekad tuk berperang dimedan jiwa ini 
ku hunuskan pedang untuk diriku sendiri 
ku robek - robek jantungku sendiri 
ku genggam otak yang berlumuran darah segar
ketika itu ku bunuh diri 
membunuh pengeluh sejati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar