Perjalanan kusam terjang
berharap tak memanjang
kudukan menerbit terang
seperti malam lalu siang.
Tak ada hirauan lagi
haluskan langkah diri
lagi dan lagi seperti jati
maka ini harus dekati ilahi.
Sebilah keris simai raga
tetap ingat siapalah punya
hiraukan apa dan mengapa
agar air girohi hidup di jiwa.