tegaskanlah masa itu tak kau lihat lagi.
bahkan tolong masukan ke dalam peti yang terkunci rapat, rapat sekali ...
lalu simpan di ruangan yang gelap, bahkan buanglah ke dalam jurang kelupaan.
di suatu saat ternyata kau dihantui oleh apa yang kau buang.
mengapa itu terjadi ?
karna kau tak menguncinya dengan rapat, serapat - rapatnya ...
kuncilah peti itu dengan nama Tuhan yang berkuasa.
di sini tetap menghisap sebatang rokok ...
meresapi aroma alam yang semakin menua ini.
ditemani bayang raut wajah lucumu.
yang semangati hari - hariku ...
ku diledeki seekor bebek bunting di belakang rumah,
ku tertawa terbahak - bahak ...
bahkan sampai - sampainya aku pipis di celana ...
hihi ... aku mayu ... ^_^ ....
tapi mengapa dengan candamu ...
tak selama angin terhempas setiap hari .
kau sedih dan menangis.
menangisi apa yang kau buang di masa lalu.
kau ikat perasaanmu sendiri dengan tali di tanganmu.
apakah kau tak menyadari semua itu ?
bahwa seorang kesatria yang pecundang sedang menjagamu
aku disini menjagamu
aku disanapun menjagamu
aku disini dan merpati disana
aku dan merpati menjadi satu dalam cinta
dan kaulah cintanya
dengan Nama Tuhan yang berKuasa !
aku menjagamu sayank ...