29/06/11

Dengan Nama Tuhan yg berKuasa

Ketika mulutmu bersumbar akan suatu hal tentang masa lalu,
tegaskanlah masa itu tak kau lihat lagi.
bahkan tolong masukan ke dalam peti yang terkunci rapat, rapat sekali ...
lalu simpan di ruangan yang gelap, bahkan buanglah ke dalam jurang kelupaan.

di suatu saat ternyata kau dihantui oleh apa yang kau buang.
mengapa itu terjadi ?
karna kau tak menguncinya dengan rapat, serapat - rapatnya ...
kuncilah peti itu dengan nama Tuhan yang berkuasa.

di sini tetap menghisap sebatang rokok ...
meresapi aroma alam yang semakin menua ini.
ditemani bayang raut wajah lucumu.
yang semangati hari - hariku ...

ku diledeki seekor bebek bunting di belakang rumah,
ku tertawa terbahak - bahak ...
bahkan sampai - sampainya aku pipis di celana ...
hihi ... aku mayu ... ^_^ ....

tapi mengapa dengan candamu ...
tak selama angin terhempas setiap hari .
kau sedih dan menangis.
menangisi apa yang kau buang di masa lalu.
kau ikat perasaanmu sendiri dengan tali di tanganmu.
apakah kau tak menyadari semua itu ?
bahwa seorang kesatria yang pecundang sedang menjagamu
aku disini menjagamu 
aku disanapun menjagamu 
aku disini dan merpati disana
aku dan merpati menjadi satu dalam cinta 
dan kaulah cintanya
dengan Nama Tuhan yang berKuasa !
aku menjagamu sayank ...

23/06/11

Percik Pembunuh Jiwa

Di sudut kota pengeluh cerita
tampak hidup seolah pembenteng raga
menyentuh jiwa yang benar renta
siapakah dirimu hitam ? ...
mengapa segerombolan semut selalu menamu,
berduyun menuju kemanisan
dayinta manis merasa bangga
karna pahit tak kuasai dirinya ...
mengiris manah sepercik ucap
namun pengaruhi cangkang yang semakin membuyar
jadinya relung hitamkan cahaya
itu wajar karna mereka tak bodoh ...
di sudut lain penghuni gubuk dunia
tampak sosok bayangan merah
dimana ia dapat membunuh
dimana ia dapat membohong
dimana ia dapat mengeluh
semua sama seperti dedaunan disorot surya
namun mengapa berbeda ? ...
apakah harus kembali menjadi kesatria
gertaki jiwa yang dikuasai para iblis
namun aku tak suka membunuh
aku lebih suka dibunuh ...