Benar ...
aku bukan burung hantu yang sering melamun
Benar ...
aku bukan kelelawar sipenghisap darah
Juga benar ...
aku bukan pelacur dari tetesan hina yang mencoba sukses
namun ...
akulah perindu malam ...
yang dapat memburu nafsu ketika bertingkah
yang dapat menjadi pena di kertas malam - malammu
yang dapat menjadi selimut ketika kau terlelap
yang dapat hangatkan tubuhmu ketika rembulan redup
yang dapat berkilau ketika bintang sembunyi
dan selalu mampu menjadi warna dinafasmu
juga mampu menjadi warni diragamu
aku tercipta sebagai manusia biasa
bukan seperti raja yang ingin menjadi malaikat
mungkin benar seperti kucing yang mencari makan dimalam hari
ketika ayam berkokok di sekitar rumahku
maka segeralah ku keluar dari peristirahatan
ku tahan laju mentari yang mulai menerbit
lalu ku hisap aroma pagi agar tak datang
hingga ... ku terjatuh mati.
tunggulah saat auman srigala mulai berteriak lagi
itulah Aku yang rindukan malam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar