26/02/11

Terbenamlah Hampa

Kurasa kura janganlah diam tersembunyi dikau
   artikan semua sisik yang meribu bilang 
maknai taring yang menjulang tetes 
   bukankah telah berjalan menyelah rimba di hutan
manusia sangat berubah, perubahanlah manusia
   awas jangan awasi jurang lembah begitu dalamnya
telah pandai kau membuat jembatan angin
   terbanglah bila itu dibutuhkan kudu
jangan menari lagi di lautan sang pelaut yang tak ber-air
   lihat saja depan pelipis berhawa - hawa suci
aroma insan yang taubat karna pembunuhan esok
   tak tau kapan esok, tak tau kapan kemarin
semua hampa bila di esok - esokkan
   bergegaslah jiwa dan giroh seperti lalu
terbenamlah dikau hampa karna meng-esokkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar