24/02/11

Jum'at Keramat

Titik sembilan berlogak misteri
karatnya harum melati yang sudah lama bersima
paradigma sana kepala kakek menyelah papan
padahal kakek depan meminta sentuhan tangan dan jemari
kusimai kain bersentuhan dalamnya logak
sebagai perkenalan aku dan siapa saja itu
takut jangan takut, berani jangan takut
patokan diri dengan tauhid mengoles jiwa
jangan belok jika lurus, jangan lurus jika sesat
keramatkanlah malam dengan simbol ayat
ayat ikhlas ucap kulhu bermakna satu 
aku bukan ditakuti dia, namun dia aku yang genggam
karna aku bukan dia, dan dia bukan iblis
aku yang mempengaruhi, bukan dia yang membaca
dia yang pusaka. dan akulah manusia
bersatulah kau sima ... 
berdamping kain kebesaran menyima
sima menyimai hawa, bukan hawa yang harus disimai
sebab semua sirna dan fana 
melebur debu ditaburi ayat yang kulani
pergilah kau sima penakut
jangan kau simai lagi kebelokan jati
sungguh aku yang menggenggam kau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar